::   Home   ::   About Us   ::   Our Products   ::   Order Information   ::   Contact Us   ::   Our Partner   ::
 

PEMKAB DIMINTA MASUKAN TRUSMI DALAM PAKET WISATA
Kalangan pebatik Cirebon mengaku bangga dan bersyukur atas kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama para menteri dan Ketua DPR RI Agung Laksono ke sentra batik Cirebonan ke Trusmi dan Panembahan Kabupaten Cirebon, Sabtu (27/8) lalu. Apa yang mereka harapkan pascakunjungan SBY itu?
KALIL SADEWO, Trusmi



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memotivasi pebatik Trusmi dengan menuliskan kalimat "Teruskan berkreasi dan berkarya, agar tetap menjadi kebanggaan kita semua" di butik EB Traditional, Plered Kab Cirebon, beberapa waktu lalu.

SALAH satu pengusaha batik yang tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas kunjungan SBY itu adalah pemilik butik EB Traditional, H Edi Baredi. "Kita semua kalangan pebatik di sini sangat bangga atas kunjungan Presiden SBY. Sebab Pak SBY adalah presiden yang di tahun pertama tugasnya bisa datang melihat langsung batik di wilayah sini," kata H Edi Baredi kepada Radar, Jumat (2/9) di galerinya Jl Panembahan Utara No 1 Plered, Kab Cirebon.

Diakui Edi, kedatangan Presiden SBY tersebut berpengaruh besar terhadap imej batik Cirebon yang selama ini sudah terkenal selain Solo, Yogyakarta dan Pekalongan. "Jarang-jarang presiden mau datang melihat langsung ke lokasi atau sentra batik, apalagi ke Cirebon. Ini menunjukkan bahwa batik Cirebon mendapat respon sangat positif secara nasional," ucap Edi yang dalam kunjungan Presiden SBY beberapa waktu lalu itu menerima prasasti yang ditulis tangan langsung oleh presiden.

Untuk itu, lanjut bapak empat anak ini, pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Cirebon dan instansi terkait harus menangkap bahwa industri batik Cirebon sangat prospektif. Pemkab semestinya, kata suami dari Hj Rumaenah ini, melakukan langkah-langkah strategis agar kawasan batik di Kab Cirebon itu bisa berkembang pesat dan dikunjungi oleh masyarakat luas.

Satu di antara yang harus dilakukan pemkab, Edi berharap, adalah dengan menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan wisata dan masuk paket wisata di Jawa Barat. Di sekitar wilayah tersebut, pemerintah harus menyediakan lahan parkir agar para tamu atau turis domestik dan mancanegara bisa nyaman menempatkan kendaraanya.

Edi memandang, selain lahan parkir tersebut penting, juga penataan wilayah di kawasan tersebut juga mesti baik. Di sepanjang jalan atau kawasan Plered harus tertata rapi sehingga orang leluasa dan nyaman memasuki kawasan batik Cirebon.

"Apalagi nanti bandara internasional di Majalengka dioperasionalkan, maka Pemkab Cirebon juga DPRD harus mampu merespon prospek ekonomi ini. Akan banyak orang, tidak terkecuali turis mancanegara berdatangan ke Cirebon. Ini harus diseriusi jika Kabupaten Cirebon ingin berkembang dan mendapat imej positif dari orang luar," paparnya. Dia juga menambahkan imbas lain dengan tertatanya kawasan Trusmi dan sekitarnya sektor lain pun akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Cirebon.

Sebab menurutnya, imbas lain dari dikenalnya Kab Cirebon melalui batiknya tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD), juga investor akan melirik kawasan ini dan sekitarnya. "Masyarakat pun sejahtera karena hasil kreatifnya dibeli orang. Sebab di kawasan ini tidak sedikit orang yang menggantungkan hidupnya dari kerajinan batik. Mulai dari pencetak, penenun, pekerja kasar juga komponen lainnya," katanya seraya menambahkan, sudah seharusnya kebijakan pembangunan pemerintah harus berdampak positif demi kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. (*)

Sumber : Radar Cirebon -Sabtu, 3 September 2005



© copyright 2004-2008 EB Batik Traditional Cirebon
Jl. Panembahan Utara No. 1 Plered 45154 Telp. (0231) 322678 - 321346 Fax. (0231) 321070 Cirebon Indonesia
Informasi, pertanyaan, dan komentar silakan email ke info[at]eb-batik.or.id